5 Museum Dunia Yang Melestarikan Sejarah Indonesia

5 Museum Dunia Yang Melestarikan Sejarah Indonesia

5 Museum Dunia Yang Melestarikan Sejarah Indonesia – Berbeda dengan negara lain yang cenderung memiliki budaya homogen, Indonesia kaya akan aset budaya. Potensi geografis Indonesia yang meliputi negara-negara kepulauan menjadikan budaya setiap individu memiliki keunikan tersendiri Namun,sejak masa kolonial sudah banyak terjadi perpindahan benda-benda bersejarah tersebut di nusantara.

5 Museum Dunia Yang Melestarikan Sejarah Indonesia5 Museum Dunia Yang Melestarikan Sejarah Indonesia

weaverhallmuseum -Atau yang dibawa pribadi oleh kolektor dari negara lain atau yang lolos secara paksa dari proses penyitaan pada masa penjajahan.Oleh karena itu, banyak benda bersejarah Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Barang-barang ini terpelihara dengan baik di museum-museum di negara lain.

Ada beberapa museum di dunia yang melestarikan sejarah Indonesia.

Tak disangka museum nasional mereka punya koleksi sejarah di Indonesia.Koleksinya terdiri dari sejumlah benda etnografi peradaban Aceh, antara lain bendera resmi Aceh yang diperkirakan ada antara tahun 1850 hingga 1900, koleksi 140 barang antik yang dikumpulkan dari pedagang hingga antropolog. namun juga bagi para penjelajah peninggalan peradaban Aceh berupa tameng dan selendang perang yang dapat menjelaskan peradaban masyarakat Aceh pada masa itu.

Sejarah bangsa Indonesia yang diwakili oleh kumpulan peradaban Aceh ini memang bisa menjadikan Indonesia lebih dikenal pengunjung.Gus Khustalny adalah sebuah kota di Rusia. Di kota Gus-Khustalny terdapat museum kristal dengan koleksi tentang Indonesia.Sekitar 300 jenis benda seni dan budaya Indonesia dipamerkan di museum ini.Mulai dari ukiran kayu, topeng, patung garuda, patung komodo, keris, kaligrafi, pakaian daerah hingga peta dan foto peradaban tradisional bangsa Indonesia.Koleksi-koleksi ini menunjukkan peradaban suku-suku yang tinggal di wilayah Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara bahkan Papua.Koleksinya cukup lengkap untuk ukuran museum di luar Indonesia.

Dengan museum ini masyarakat dunia dapat mengetahui lebih jauh tentang Indonesia dan peradaban tradisionalnya yang unik di mata dunia.Yang terkenal dari museum ini adalah keris koleksi Pangeran Diponegoro yaitu Keris Kyai Omyang.Keris ini dipercaya mempunyai kesaktian sehingga keris ini menjadi salah satu koleksi museum yang berharga.Selain itu, museum ini juga memiliki koleksi alat musik berupa gamelan Jawa yang secara langsung menunjukkan sejarah alat musik tersebut dan penggunaannya dalam masyarakat Jawa.Museum ini terletak di kota Caravaca di provinsi Murcia di negara bagian Spanyol di Eropa Barat, secara resmi bernama Museo de Musica Etnica de Barranda .

Museum ini merupakan museum yang mengoleksi berbagai jenis alat musik etnik dari seluruh belahan dunia.Menceritakan sejarah Indonesia, koleksi museum antara lain alat musik gamelan, kentongan, angklung, dan sasando.Seperangkat alat musik gamelan Jawa lengkap berupa kendang, gong, centhe dan lain-lain dipajang di museum yang tertata rapi ini. Kentongan, alat komunikasi tradisional Indonesia, juga dipajang di museum ini.

Alat musik Jawa Barat Angklung juga menjadi salah satu koleksi yang sering menarik perhatian pengunjung museum ini.Jangan lewatkan satu lagi alat musik lokal Indonesia yaitu Sasando yang berasal dari daerah Nusa Tenggara.Alat-alat tradisional ini dapat menceritakan kepada dunia tentang keunikan dan menarik peradaban budaya bangsa Indonesia melalui serangkaian pameran yang diselenggarakan oleh museum ini.

Museum yang diberi nama Museum Etnologi Misionaris ini dimiliki oleh Gereja Vatikan di Negara Vatikan dan berisi berbagai jenis benda etnologi milik para misionaris yang bekerja untuk Gereja Vatikan.Benda etnologi dikumpulkan dari seluruh belahan dunia dan benua, salah satunya berasal dari Indonesia.

Koleksi dari Indonesia antara lain replika relief Candi Borobudur, patung Tri Murti, dewa agama Hindu di Indonesia, Mini-Al-Qur’an abad ke-19, dan salib kayu ukiran suku Asmat.kumpulan patung Wayang Jawa dan Buddha peninggalan peradaban Indonesia masa lalu.

Baca Juga : Banyak Cara Mudah Install Aplikasi Android di iPhone

Baca Juga: 14 Minuman Beralkohol Termahal Di Dunia

Benda etnologi ini disimpan dengan rapi di museum di Vatikan ini dan dipajang untuk umum selama jam buka.Museum ini terletak di Perancis, di mana juga terdapat koleksi tentang Indonesia yang dipamerkan kepada masyarakat dunia yang mengunjungi museum ini.

Koleksi yang menceritakan sejarah Indonesia di museum ini antara lain sarung dari Jawa Timur, pakaian adat suku Asmat di Papua, patung batu dari Lombok, ukiran kayu dari Maluku dan perhiasan antik dari seluruh dunia. Museum mengoleksi nusantara.Pengantar Indonesia dipamerkan di museum ini dengan sejumlah koleksi dari Indonesia,Sekitar 218 koleksi benda budaya Indonesia dipamerkan di museum ini.

Tropenmuseum adalah museum antropologi di kota Amsterdam, Belanda.Saat Belanda menjajah Indonesia, banyak barang-barang khas masyarakat Indonesia yang dibawa dan menjadi koleksi Museum Tropen.

Selain koleksi dari Indonesia, museum ini juga memamerkan benda-benda antropologi dari seluruh dunia.Koleksi museum asal Indonesia sebanyak 5.500 buah terdiri dari alat musik tradisional Indonesia dan benda teater tradisional seperti wayang dan topeng, serta 21.000 artefak tekstil Indonesia.

5 Museum Dunia

Sungguh banyak sekali sehingga museum ini merupakan museum terbesar di dunia dengan sejumlah koleksi yang berasal dari Indonesia.Museum ini adalah museum seni sementara di Amerika Serikat.Koleksi Peninggalan Kerajaan Majapahit terdiri dari patung babi perunggu yang merupakan lambang kemakmuran peradaban Kerajaan Majapahit pada zaman dahulu, piring-piring kuno, dan juga kereta perunggu yang juga merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. peradaban kerajaan Majapahit.

 

1. Museum Satria Mandala

Museum Satria Mandala di 14 Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta telah diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 5 Oktober 1972. Di museum ini masyarakat dapat mengetahui kiprah TNI dalam perjuangan kemerdekaan dan memperoleh kemerdekaan melalui koleksi senjata-senjata yang digunakan sejak tahun 1945 hingga saat ini.

Selain senjata, koleksi lainnya meliputi atribut serta berbagai spanduk dan simbol yang digunakan di lingkungan TNI. Terdapat juga beberapa kendaraan dan senjata TNI yang ditempatkan di ruangan tertentu.

Senjata dan peralatan perang juga dapat ditemukan di ruang Diorama II museum. Penempatan senjata pada ruangan khusus ini terbagi menjadi dua periode, yaitu senjata yang digunakan pada tahun 1945 hingga tahun 1949 dan senjata yang digunakan pada tahun 1950-an hingga saat ini.

Ada juga kumpulan kendaraan tempur yang terbagi menjadi dua bagian.Pertama,kendaraan tempur tersebut merupakan sumbangan Belanda, dan kedua, kendaraan tempur tersebut dibeli pemerintah Indonesia dari negara-negara Blok Timur.

 

2. Museum Brawijaya

Museum Brawijaya didirikan pada tahun 1962 oleh Brigjen TNI (Purn) Soerachman (mantan Pangdam VIII/Brawijaya 1959-1962). Pembangunan museum tersebut kemudian didukung oleh Pemerintah Kota Malang dengan menyediakan lahan seluas 10.500persegi.

Nama Museum Brawijaya ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Pangdam VIII/Brawijaya tanggal 16 April 1968. Museum ini terletak di Jalan Ijen 25A, Gading Kasri, kota Malang.

Barang koleksi Museum Brawijaya antara lain tank buatan Jepang yang disita dari pemuda Suroboyo pada bulan Oktober 1945. Ada pula senjata antipesawat (PSU) yang disita dari pemuda BKR Angkatan Darat Jepang pada bulan September 1945. Senapan 3,7 inchi yang disita dari Belanda pada penyerangan 10 Desember 1945, tank amfibi AM yang digunakan Belanda saat menduduki kota Malang pada masa Perang Kemerdekaan I, dan patung Jendral Sudirman.

 

3. Museum TNI AL Loka Jala Crana

TNI TNI AL juga memiliki museum bernama Loka Jala Crana di Surabaya, Jawa Timur. Museum ini didirikan pada tanggal 19 September 1969 oleh Ibu R. Mulyadi, istri Panglima TNI Laksamana R. Moeljadi. Saat itu bernama Museum Akademi Militer Indonesia.

Pada tanggal 10 Juli 1973 statusnya ditingkatkan menjadi “Museum Angkatan Laut Indonesia” hingga tanggal 6 Oktober 1979 namanya diubah menjadi “Museum Angkatan Laut Indonesia Loka Jala Crana”.

Sesuai dengan namanya, Loka Jala Crana memiliki arti sebagai tempat penyimpanan, pelestarian dan pemajangan peralatan atau fasilitas yang digunakan TNI Angkatan Laut.

 

4. Museum Angkatan Udara Dirgantara Mandala

Museum ini diresmikan pada tanggal 4 April 1969 oleh Komandan Luftwaffe Laksamana Roesmini Noerjadin. Awalnya museum ini terletak di Jakarta tetapi dipindahkan ke Yogyakarta karena kota ini menjadi tempat kelahiran penting TNI AU dan pusat kegiatan TNI AU.

Museum ini berisi koleksi peralatan tempur berupa pesawat tempur yang sebagian besar berasal dari Perang Dunia Kedua dan perjuangan kemerdekaan. Misalnya saja pesawat Ki-43 buatan Jepang, helikopter Hillier 360 buatan AS, dan rudal SA-75. Museum ini terletak di kompleks bandara Adisucipto Yogyakarta.

 

5. Museum Benteng Vredeburg

Bangunan pertama peninggalan pemerintah Hindia Belanda dibangun pada tahun 1760. Sejak awal berdirinya, gedung ini telah mengalami berbagai perubahan fungsi. Sebelum dijadikan museum, bangunan ini dulunya merupakan benteng.

Bangunan ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I atas permintaan Belanda. Semula bangunan bersejarah ini berfungsi untuk menjaga keamanan keraton dan sekitarnya.Namun Belanda punya niat tersembunyi, yakni menguasai seluruh pergerakan di dalam gedung.

Pada tanggal 16 April 1985 dikembalikan ke Museum Perjuangan dan dibuka untuk umum pada tahun 1987. Kemudian pada tanggal 23 November 1992 resmi menjadi Museum Tempur Khusus Nasional yang diberi nama Museum Benteng Yogyakarta.

Bekas bangunan Benteng Vredeburg telah dipugar dan dilestarikan. Pemugaran tersebut mempertahankan bentuk luarnya sedangkan bagian dalam dipugar dan disesuaikan dengan fungsi barunya sebagai ruang museum. Jangan lupa untuk yang suka main slot kami punya rekomendasi Situs Slot Gacor Hari Ini Modal Receh Gampang Menang.