Daftar Museum Nilai Sejarah di Jambi

Daftar Museum Nilai Sejarah di Jambi

Daftar Museum Nilai Sejarah di Jambi –¬† Museum Perjuangan Rakyat Jambi (MPRJ) terletak di pusat kota Jambi. Museum ini berdiri sejak tahun 1993. Provinsi Jambi mempunyai segudang sejarah. Peninggalan sejarah Jambi dapat ditemukan hampir di seluruh kabupaten/kota.

Daftar Museum Nilai Sejarah di Jambi

Daftar Museum Nilai Sejarah di Jambi

weaverhallmuseum – Museum ini didirikan pada tahun 1993 yang diprakarsai oleh Dewan Harian Daerah Angkatan 45 (DHD 45) dan Pemerintah Daerah Propinsi Jambi. Pada tanggal 6 Juni 1993, dilaksanakan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia, Letnan Jenderal Achmad Tharir. Museum ini dibangun sebagai wujud dari pentingnya bangunan sebagai monumen dalam mengenang sejarah perjuangan rakyat Jambi semasa Pergerakan Nasional dan Kemerdekaan Indonesia.

 

1. Museum Siginjai

Museum Siginjai merupakan salah satu museum yang terletak di kota Jambi. Museum Siginjai Jambi terletak di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sungai Putri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36124.

 

Museum Siginjai mempunyai berbagai koleksi artefak sejarah, artefak tradisional dan beberapa sarana edukasi lainnya yang berkaitan dengan warisan budaya. Museum Siginjei dahulu bernama Museum Negeri Jambi. Menurut informasi yang diterima, museum ini pertama kali dibangun pada tahun 1981.

 

Pada tanggal 18 Februari 1981, Gubernur Jambi Masjchun Syofwan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Negeri Jambi. Itulah awal mula gerakan program pengembangan museum di Provinsi Jambi. Museum Siginjai Jambi terletak di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sungai Putri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36124. (tribunjami/mareza Sutan aj)

 

Peninggalan budaya yang dikoleksi di Museum Negeri Jambi atau yang kemudian dikenal dengan Museum Negeri Jambi Museum Museum Negeri merupakan warisan budaya nilai-nilai luhur yang mencerminkan masa lalu masyarakat Provinsi Jambi.

 

2. Museum Perjuangan Rakyat Jambi

 

Museum Perjuangan Rakyat Jambi (MPRJ) terletak di pusat Kota Jambi. Museum ini didirikan pada tahun 1993. Museum ini diprakarsai oleh Dewan Harian Daerah Angkatan 45 (DHD 45) dan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi. Pembangunan Museum Perjuangan Rakyat Jambi dilakukan untuk merayakan perjuangan rakyat Jambi dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan.

 

Pada tanggal 6 Juni 1993, Presiden Legiun Veteran Republik Indonesia, Letjen Achmad Thahir, mempersembahkan upacara yang luar biasa tersebut.

 

Museum ini dibangun sebagai bukti pentingnya bangunan tersebut sebagai monumen memperingati sejarah pergerakan nasional dan perjuangan rakyat Jambi pada masa kemerdekaan Indonesia.

 

Museum Perjuangan Rakyat Jambi berisi banyak koleksi artefak masyarakat Jambi masa lalu. Monumen-monumen tersebut dipajang dengan indah dalam etalase di sana.

 

Museum Perjuangan Rakyat Jambi mempunyai keistimewaan yang mencolok. Seperti inilah penampakan mesin di museum.

 

Pesawat Catalina RI 005, kesaksian perjuangan rakyat melawan agresi militer Belanda.

 

Catalina diketahui dimiliki oleh RR Cobley, mantan pilot Royal Australian Air Force.

 

Pada serangan militer kedua di Jambi, pesawat amfibi ini digunakan untuk mengangkut senjata, logistik, dan perwira tinggi dan menengah Yogyakarta.

 

Catalina RI 005 bertugas menyatukan kembali Subbagian Djambi di Bukit Tinggi, Komando Sumatera.

 

Akhir tahun 1948, ketika Belanda menduduki Jambi, Kolonel Abunjani bermaksud menggunakan Catalina untuk menyerang Pangkalan Udara Palembang di Talang Semut, namun rencana itu gagal karena kerusakan mesin.

 

Kapal Catalina justru terbalik dan menabrak tongkang yang tenggelam di Sungai Batanghar.

 

3. Museum Satwa

 

Di kota Jambi juga terdapat Museum Satwa. Museum ini terletak di Kebun Binatang Taman Rimbo. Tempatnya tidak jauh dari Bandara Sultan Thaha Jambi.

 

Lokasi museum ini tepatnya di Jalan Sunaryo, Nomor 4, Talang Bakung, Jambi. Museum ini memamerkan koleksi hewan yang terpelihara dengan baik.

 

4. Museum Menara Gentala Arasy

 

Museum Menara Gentala Arasy terletak di seberang Kota Jambi, Kelurahan Arab Melayu, Pelayangan, Kota Jambi. Museum ini terletak di bawah Menara Gentala Arasy, salah satu ikon kota Jambi. Museum ini menyajikan sejarah masuknya Islam di Provinsi Jambi, khususnya di Kota Jambi.

 

5. Candi Muara Jambi

 

Komplek Candi Muara Jambi memiliki pusat informasi yang berfungsi sebagai museum. Museum kecil ini terletak di kompleks candi Muaro Jambi dekat Candi Gumpung.

 

Museum ini memamerkan berbagai penjelasan sejarah. Mulai dari sejarah, penjelasan dan beberapa koleksi artefak Candi Muaro Jambi. Di museum kecil Anda juga dapat melihat patung Prajnaparamitha.

 

 

Baca juga : Mengenal Jurusan Teknologi Informasi 

 

 

6. Balai Pelestarian Peninggalan Budaya Jambi

 

Balai Pelestarian Peninggalan Budaya (BPCB) Jambi ternyata juga merupakan museum. Namun museum milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini hanya bisa diakses dengan izin tertulis karena adanya ruang penyimpanan dan persiapan. Di sini Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai zaman kuno dan sejarah Jambi.

 

7. Pondok Pesantren Wali Peetu

 

Selain sebagai lembaga keagamaan, Pondok Pesantren Wali Peetu ternyata juga menyimpan beberapa artefak sejarah. Di komplek pesantren pesantren terdapat ruangan khusus tempat disimpannya tenda bersejarah. Misalnya pecahan tembikar Dinasti Sung, pecahan bom bahkan batu nisan kuno peninggalan Kesultanan Melayu Jambi. Berlokasi di Air Hitam Laut Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

 

8. Museum Geopark Merangi Jambi

 

Sesuai dengan namanya, Museum Geopark Merangi terletak di Kabupaten Merangi. Awalnya, tempat ini hanyalah sebuah museum mini. Namun setelah Kementerian ESDM menetapkan Merangin sebagai Geopark Nasional, museum ini mengubah konsep dan desain baru menjadi lebih menarik dan interaktif. Museum ini terletak di Jalan Mayor Syamsuddin Uban, Desa Pasar Bawah, Bangkok.

 

Museum Nilai Sejarah di Jambi

 

 

9. Rumah Tuo Rantau Panjang

 

Rumah Tuo Rantau Panjang terletak di Desa Kampung Baruh, Kecamatan Tabir, Wilayah Administratif Merangin. Rumah tuo adalah rumah adat suku Batin di Rantau Panjang, sekitar 30 menit berkendara dari Bangkok. Keturunan Raja Puyang Bungkuk, nenek moyang suku Batin, tetap tinggal di rumah ini.

 

10. Museum dan Monumen Gempa Kerinc

 

Pada tanggal 7 Oktober 1995, gempa berkekuatan 7 skala richter mengguncang Kerinc dan sekitarnya. Sebanyak 84 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Sebuah masjid di Desa Koto Iman hancur akibat gempa. Untuk merayakan peristiwa ini, masjid difungsikan sebagai museum dan peringatan gempa.

 

Di sana Anda dapat melihat dokumentasi kejadian pasca gempa tahun 1995. Museum ini terletak di Desa Koto Imani, Kawasan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci.

 

Koleksi Peninggalan Peradaban Islam di Museum Gentala Arasy, Jambi

 

Berwisata ke kota Jambi belum lengkap rasanya tanpa mengunjungi Jembatan Gentala Arasy. Di ujung jembatan ini terdapat museum yang berisi Koleksi Peradaban Islam Kota Jambi.

Museum berbentuk menara ini dibuka pada tanggal 28 Maret 2015, sehubungan dengan peresmian Jembatan Gentala Arasy. Wisatawan yang berkunjung ke Kota Jambi dapat mencapai museum ini dengan berjalan kaki dari Taman Tanggo Rajo menuju lokasi museum. Lokasi Jembatan Gentala Arasy sendiri berada tepat di tengah kawasan Markkina.

 

Museum Gentala Arasy mempunyai banyak koleksi naskah dan peninggalan seni budaya Islam. Hampir seluruh koleksinya berkaitan dengan peradaban Islam Kota Jambi.

 

“Gentala Arasy mempunyai lebih dari 100 koleksi yang terdiri dari Koleksi Khusus, Koleksi Amanah dan Koleksi Titipan Masyarakat seperti Buku,”; kata Fikri, pengajar museum Gentala Arasy.

 

Berbagai koleksi Museum Gentala Arasy.

Mushaf Al-Quranand;an al-Jambi

Mushaf Al-Quranand Jambi ini berukuran 125 x 180 cm. Ditampilkan di sebelah kanan, dekat pintu masuk museum. Mushaf Al-Qur’an Jambi ini dipajang di atas meja dengan ukiran khas Jambi dan dilapisi kaca.

 

“Mushaf Al-Quran” adalah salah satu mahakarya di sini. Dibuat pada tahun 2014 sebagai buah kebanggaan, memadukan unsur malai Jambi pada bingkai, ukuran daun, dan ukiran batik Jambi. Setiap halaman (motif) berbeda, danquot; kata Fikri.

 

Alquran yang dibuat dengan motif (ukiran) Jambi sengaja dibuat agar nuansa Jambi sangat kental. Sebab, kehidupan budaya Melayu di Jambi erat kaitannya dengan sejarah Islam. Sejarah Islam dan kebudayaan Melayu tidak dapat dipisahkan karena sejak abad ke 14, Islam mulai merambah Jambi, dimana adat-istiadat dijalin dengan syara, syara dijalin dengan kitab Allah. Keberadaan Mushaf Alquran Jambi merupakan tonggak sejarah penyebaran agama Islam yang mengakar di daerah seberang kota Jambi, dimana museum ini berada.

 

Buku dan manuskrip

Sedikitnya 23 buku ditampilkan dalam katalog Gentala Arasy. Beberapa buku kini telah didigitalkan dan tidak ditampilkan dalam bentuk aslinya untuk menjaga kelestariannya. Namun saat berkunjung ke sana, monitor yang menampilkan digitalisasi buku seringkali tidak berfungsi.